“Alhamdulillah! Mamaaa ...! Nazwa terpilih!” teriak Nazwa keras sambil melompat-lompat di atas kasur. Tangannya masih memegang handphone dengan erat. Mama datang dan membuka pintu kamar Nazwa. “Nazwa, kok, teriak-teriak?” tanya mama. “Nazwa terpilih, Maaa ...!” Nazwa menghentikan lompatannya. “Terpilih apa?” tanya mama lagi. “WaCil, Maaa ...,” jawab Nazwa. WaCil? Apa itu, y…